Kategori: Berita Law Firm

LAPORAN TAHUNAN 2025 – QUEEN LAW FIRM

Tahun 2025 merupakan tahun konsolidasi dan penguatan berkelanjutan bagi QUEEN LAW FIRM dalam perjalanan menuju firma hukum yang semakin profesional, terstruktur, dan berorientasi internasional. Sepanjang tahun ini, kami terus menyempurnakan sistem layanan hukum terpadu yang mencakup hukum komersial lintas negara, penyusunan dan penelaahan kontrak, legal opinion dan legal due diligence, litigasi pidana dan perdata, serta layanan penasihat hukum tetap (retainer).

QUEEN LAW FIRM telah dipercaya untuk memberikan layanan hukum berkualitas tinggi kepada berbagai perusahaan multinasional global, Badan Usaha Milik Negara Tiongkok (Central SOEs), serta kelompok usaha besar, dengan pendekatan yang berorientasi pada kepatuhan hukum, pengendalian risiko, dan keberlakuan praktis.

I. Penguatan Layanan Hukum Komersial Lintas Negara

Sepanjang 2025, QUEEN LAW FIRM berfokus pada layanan hukum komersial lintas yurisdiksi, khususnya terkait investasi asing, usaha patungan, merger dan akuisisi, serta pengaturan bisnis yang kompleks.

Kami memastikan setiap struktur transaksi:

  • patuh terhadap ketentuan hukum yang berlaku,

  • layak secara komersial, dan

  • dapat dilaksanakan secara nyata.

Pendekatan ini memungkinkan klien meminimalkan risiko hukum dalam aktivitas investasi dan ekspansi lintas negara.

II. Penyusunan dan Penelaahan Kontrak Berbasis Struktur Transaksi

Kontrak merupakan refleksi langsung dari struktur transaksi dan pembagian risiko. Pada tahun 2025, QUEEN LAW FIRM menyediakan layanan penyusunan dan penelaahan kontrak secara non-template dan berbasis transaksi, meliputi antara lain:

  • Perjanjian joint venture dan perjanjian pemegang saham

  • Dokumen transaksi M&A beserta perjanjian turunan

  • Perjanjian kerja sama jangka panjang, distribusi, dan framework agreement

  • Perjanjian jasa, teknologi, dan proyek

Penelaahan kami berfokus pada pengaturan hak dan kewajiban, alokasi risiko, ketentuan wanprestasi, mekanisme penyelesaian sengketa, serta aspek keberlakuan. Dalam berbagai proyek dengan tenggat waktu ketat, kontrak tetap diselesaikan secara cepat tanpa mengorbankan kualitas hukum.

III. Legal Opinion dan Legal Due Diligence untuk BUMN Tiongkok

(i) Legal Opinion

QUEEN LAW FIRM secara aktif memberikan legal opinion bagi Central SOEs dan perusahaan besar milik negara Tiongkok terkait investasi luar negeri, pembiayaan, dan transaksi strategis.

Legal opinion tersebut digunakan untuk:

  • pengambilan keputusan internal,

  • persetujuan kepatuhan dan audit, serta

  • penandatanganan transaksi dan realisasi proyek.

Banyak di antaranya diselesaikan dalam kerangka waktu yang sangat terbatas, dengan standar kehati-hatian tinggi.

(ii) Legal Due Diligence

Kami memimpin dan terlibat dalam berbagai proses legal due diligence, yang mencakup:

  • struktur kepemilikan dan riwayat korporasi,

  • kontrak material dan jaminan,

  • kepatuhan regulasi dan risiko administratif,

  • ketenagakerjaan, sengketa potensial, dan aset.

Hasil due diligence secara langsung diintegrasikan ke dalam struktur transaksi dan mekanisme mitigasi risiko.

IV. Litigasi Pidana dan Pengendalian Risiko Pidana

Pada 2025, QUEEN LAW FIRM menangani berbagai perkara pidana, termasuk perkara ekonomi, perkara lintas yurisdiksi, serta perkara dengan irisan pidana–perdata.

Kami menekankan prinsip due process of law, pembuktian, dan perlindungan hak klien sejak tahap awal, dengan tujuan membatasi eskalasi risiko pidana terhadap kepentingan bisnis maupun pribadi.

V. Litigasi Perdata dan Komersial / Arbitrase

QUEEN LAW FIRM mewakili klien dalam berbagai sengketa perdata dan komersial bernilai tinggi, termasuk:

  • sengketa kontrak dan investasi,

  • sengketa kepemilikan saham dan pengendalian perusahaan,

  • sengketa lintas negara dan eksekusi putusan.

Strategi kami berorientasi pada hasil yang dapat dieksekusi secara nyata.

VI. Layanan Penasihat Hukum Tetap (Retainer Counsel)

Layanan penasihat hukum tetap kami mencakup:

  • kepatuhan operasional harian,

  • penelaahan kontrak dan negosiasi,

  • tata kelola perusahaan,

  • ketenagakerjaan dan investigasi kepatuhan,

  • penanganan cepat atas isu hukum mendesak.

Pendekatan ini membantu klien menggeser pengelolaan risiko hukum ke tahap preventif.

VII. Respons Cepat dan Penanganan Proyek Mendesak

Dalam praktiknya, klien kerap menghadapi kebutuhan hukum yang mendesak akibat jadwal bisnis atau jendela regulasi. QUEEN LAW FIRM memiliki mekanisme kerja yang memungkinkan penyelesaian pekerjaan hukum secara cepat, terstruktur, dan tetap akurat, sehingga klien dapat mengambil keputusan tepat waktu tanpa mengorbankan kepastian hukum.

VIII. Penutup dan Apresiasi kepada Klien

Capaian terpenting QUEEN LAW FIRM pada tahun 2025 adalah terbangunnya kepercayaan jangka panjang dengan para klien. Kami menyampaikan terima kasih yang tulus atas kepercayaan dan kerja sama berkelanjutan yang telah diberikan.

Kepercayaan tersebut menjadi dasar bagi peningkatan berkelanjutan atas kualitas profesional, efisiensi kerja, dan pengendalian risiko kami.
Memasuki 2026, QUEEN LAW FIRM berkomitmen untuk terus menjadi mitra hukum yang stabil, andal, dan berorientasi solusi.

Queen Law Firm Mendampingi Proyek Haidilao di Indonesia — Mendukung Merek Tiongkok Menjangkau Panggung Internasional

Seiring dengan semakin pesatnya globalisasi, semakin banyak perusahaan Tiongkok yang memperluas bisnisnya ke kawasan Asia Tenggara. Sebagai salah satu merek terkemuka di industri restoran Tiongkok, Haidilao telah mengambil langkah penting dalam ekspansi globalnya melalui proyek di Indonesia.

Queen Law Firm dengan bangga dipercaya untuk memberikan dukungan hukum dan layanan konsultasi profesional bagi proyek tersebut. Dengan pemahaman yang mendalam terhadap lingkungan hukum investasi lintas negara serta wawasan yang kuat terhadap budaya bisnis Tiongkok dan Indonesia, kami berkomitmen untuk membantu klien membangun kerangka hukum yang kokoh, aman, dan efisien guna mendukung pertumbuhan jangka panjang merek mereka.

Kerja sama ini tidak hanya mencerminkan kepercayaan tinggi Haidilao terhadap keahlian dan pengalaman internasional Queen Law Firm, tetapi juga memperkuat posisi kami sebagai firma hukum terdepan dalam pelayanan hukum antara Tiongkok dan Indonesia.

“Profesionalisme adalah dasar dari kepercayaan;
Pandangan global adalah kekuatan untuk maju.”

Queen Law Firm akan terus menjunjung tinggi integritas, ketelitian, dan keunggulan profesional dalam mendampingi lebih banyak perusahaan Tiongkok mengembangkan bisnisnya di luar negeri.

Queen Law Firm: Mitra Terpercaya untuk Investasi Asing di Indonesia

Memasuki pasar Indonesia merupakan peluang besar, tetapi sering kali juga menghadirkan tantangan tersendiri. Regulasi hukum yang dinamis, kompleksitas perizinan impor, pengelolaan pajak, serta penyesuaian dengan kebijakan lokal bukanlah hal yang mudah diatasi tanpa keahlian yang tepat. Queen Law Firm hadir untuk memastikan langkah Anda sebagai investor asing di Indonesia berjalan efisien, lancar, dan terlindungi secara hukum.

 

Mengapa Anda Memerlukan Queen Law Firm?

Sebagai investor asing, Anda pasti menghadapi berbagai pertanyaan penting:

  • Bagaimana mendirikan Perusahaan Modal Asing (PMA) secara sah, efisien, dan bebas hambatan?
  • Apa yang harus Anda lakukan jika produk yang Anda impor ke Indonesia terkena pembatasan kuota atau regulasi teknis tertentu?
  • Bagaimana cara Anda memperoleh restitusi Pajak Pertambahan Nilai (PPN) secara cepat dan aman?

Pertanyaan-pertanyaan ini menjadi fokus utama kami. Tim ahli kami yang terdiri dari profesional hukum korporasi, fiskal, bea cukai, dan perpajakan siap membantu Anda menjawab setiap tantangan dengan solusi yang praktis dan strategis.

 

Dukungan Penuh untuk Pendirian dan Operasional PMA Anda

Queen Law Firm memahami bahwa proses pendirian PMA tidak hanya sebatas legalitas administratif. Kami membantu Anda mulai dari tahap paling awal: menentukan struktur badan usaha yang tepat, komposisi saham ideal, hingga pemilihan kode KBLI yang tepat sesuai dengan sektor bisnis Anda.

Kami memastikan bahwa setiap tahap pendirian perusahaan Anda memenuhi semua persyaratan hukum terbaru, termasuk pemenuhan ketentuan Undang-Undang Penanaman Modal, UU Cipta Kerja, dan sistem Online Single Submission (OSS-RBA). Tujuan kami sederhana: memastikan bisnis Anda terlindungi secara hukum, sehingga Anda dapat fokus mengembangkan bisnis tanpa khawatir tentang risiko hukum di masa depan.

 

Ahli Dalam Navigasi Aturan Impor dan Kuota

Impor barang tertentu ke Indonesia, seperti struktur penyangga panel surya (solar mounting structure), sering kali menghadapi hambatan berupa kuota atau rekomendasi teknis khusus dari kementerian terkait. Queen Law Firm telah berpengalaman dalam membantu investor asing untuk mengidentifikasi dengan tepat Harmonized System Code (HS Code) produk mereka.

Mengapa ini penting? Karena ketepatan klasifikasi HS Code menentukan tarif bea masuk, perlakuan pajak, hingga apakah barang Anda dikenakan pembatasan atau bebas masuk pasar Indonesia. Tim kami akan memberikan riset regulasi yang akurat, konsultasi langsung ke Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, serta dukungan hukum dalam mendapatkan rekomendasi teknis dari kementerian terkait, seperti Kementerian Perindustrian maupun Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

 

Strategi Restitusi PPN yang Cepat dan Aman

Salah satu tantangan utama bagi PMA adalah mengelola restitusi PPN atas transaksi impor dan perdagangan lokal. Di Queen Law Firm, kami memiliki tim ahli pajak yang memahami secara mendalam tata cara restitusi PPN berdasarkan regulasi terbaru, khususnya PMK No. 209/PMK.03/2021. Kami memastikan Anda bisa mendapatkan restitusi secara optimal dan aman secara hukum.

Kami akan membantu Anda:

  • Melakukan persiapan dokumen pajak secara lengkap dan benar.
  • Memastikan kepatuhan pelaporan SPT Masa PPN yang tepat waktu.
  • Mengelola administrasi restitusi PPN melalui sistem elektronik DJP dengan efisien.
  • Menghindari risiko pemeriksaan dan sanksi administrasi akibat kelalaian dalam pengelolaan PPN.

 

Pendampingan Jangka Panjang yang Strategis

Queen Law Firm bukan hanya sekadar firma hukum yang membantu Anda di awal pendirian. Kami hadir sebagai mitra strategis yang memberikan pendampingan hukum jangka panjang. Kami menyediakan audit hukum berkala, konsultasi strategis dalam perencanaan ekspansi bisnis, serta dukungan dalam menghadapi perubahan regulasi yang dinamis.

Kami percaya bahwa keberhasilan investasi Anda di Indonesia tidak hanya ditentukan oleh besarnya modal atau kualitas produk, melainkan juga oleh strategi legal dan fiskal yang tepat sejak awal.

 

Bermitra dengan Queen Law Firm: Langkah Awal Kesuksesan Bisnis Anda

Kami memahami bahwa setiap bisnis memiliki keunikan sendiri. Oleh karena itu, kami menawarkan pendekatan yang personal, responsif, dan berbasis solusi. Jangan biarkan kompleksitas regulasi dan perpajakan menjadi hambatan bisnis Anda di Indonesia.

Hubungi kami hari ini untuk konsultasi awal secara gratis. Tim kami siap memberikan analisis dan rekomendasi awal yang akan membantu Anda membuat keputusan bisnis dengan percaya diri dan terlindungi secara hukum.

Dengan Queen Law Firm, investasi Anda di Indonesia bukan lagi sekadar peluang, tetapi sebuah kesuksesan yang pasti.

Retainer Hukum: Investasi Strategis Bagi PMA di Indonesia

1. Pendahuluan

Bagi investor asing yang membangun atau mengembangkan bisnis di Indonesia, tantangan terbesar sering kali bukan sekadar modal atau pasar, melainkan kemampuan memahami dan mematuhi hukum serta regulasi yang kompleks.

Indonesia memiliki sistem hukum yang unik – gabungan undang-undang nasional, peraturan daerah, hingga kebijakan sektoral yang bisa berubah sewaktu-waktu.

Bagi Perusahaan Modal Asing (PMA), pendampingan hukum yang konsisten bukan hanya membantu memenuhi kewajiban legal, tetapi juga menjadi penentu kelancaran operasional. Salah satu cara paling efektif adalah melalui jasa retainer hukum.

2. Apa Itu Retainer Hukum dan Mengapa Penting untuk PMA?

Retainer hukum adalah bentuk kerja sama jangka panjang antara perusahaan dan firma hukum, di mana perusahaan membayar biaya tetap (bulanan atau tahunan) untuk mendapatkan layanan hukum sesuai cakupan yang disepakati.

Bagi PMA, ini sama artinya dengan memiliki divisi legal eksternal yang selalu siap mendampingi – dari tahap pendirian, operasional, hingga penanganan sengketa.

Manfaat utama retainer hukum bagi PMA antara lain:

  • Kepastian hukum sejak awal: Struktur perusahaan, komposisi saham sesuai Positive Investment List, perizinan berusaha melalui OSS-RBA, dan izin sektoral dikawal sejak awal.
  • Pendampingan operasional berkelanjutan: Review kontrak, pemantauan regulasi baru, nasihat hubungan industrial, hingga penyelesaian sengketa preventif.
  • Penyusunan dan pembaruan Peraturan Perusahaan (PP): Retainer memastikan PP disusun sesuai UU Ketenagakerjaan/UU Cipta Kerja dan disahkan oleh Dinas Ketenagakerjaan. Ini penting untuk melindungi kepentingan perusahaan sekaligus memberi kepastian bagi karyawan.
  • Efisiensi biaya: Lebih hemat dibanding mempekerjakan tim legal internal penuh waktu, karena biaya retainer sudah mencakup akses ke tim pengacara berpengalaman di berbagai bidang hukum.
  • Konsistensi dan pemahaman mendalam: Retainer mengenal karakter, pola transaksi, dan strategi perusahaan, sehingga saran hukum yang diberikan tepat sasaran.

3. Dua Cerita, Dua Hasil: Perjalanan PMA di Indonesia

Bayangkan dua perusahaan modal asing yang memulai bisnis di sektor sama, dengan modal dan rencana serupa.

Perbedaannya hanya satu:

  • Perusahaan A menggunakan jasa retainer hukum sejak sebelum berdiri.
  • Perusahaan B memilih mengurus urusan hukum sendiri dan hanya mencari pengacara saat ada masalah.

 (1) Babak Awal: Pendirian

Perusahaan A dibimbing sejak awal: struktur usaha sesuai aturan investasi asing, dokumen hukum rapi, izin terbit tepat waktu, dan Peraturan Perusahaan (PP) disusun sejak awal untuk mengatur hubungan kerja secara jelas.

Perusahaan B tersendat. Proses perizinan berulang kali ditolak, dokumen tidak sesuai format, dan PP tidak dibuat sehingga menimbulkan kebingungan internal. Pendirian molor berbulan-bulan.

 (2) Babak Pertumbuhan: Operasional

Perusahaan A meninjau semua kontrak melalui tim retainer, mematuhi regulasi baru, dan memperbarui Peraturan Perusahaan (PP) setiap dua tahun agar selalu sesuai hukum. Saat ada perselisihan dengan pemasok, masalah selesai lewat negosiasi preventif.

Perusahaan B terjebak dalam kontrak distribusi yang merugikan karena tidak diperiksa ahli hukum. Peraturan Perusahaan (PP) baru dibuat setelah Dinas Tenaga Kerja melakukan pemeriksaan, memaksa perusahaan menyesuaikan aturan internal di tengah jalan.

(3) Babak Krisis: Ujian Nyata

Tiga tahun kemudian, Perusahaan A menghadapi sengketa besar. Berkat arsip dokumen tertata dan Peraturan Perusahaan (PP) yang jelas, strategi penyelesaian cepat disiapkan oleh tim retainer. Kesepakatan damai tercapai tanpa merusak hubungan bisnis.

Perusahaan B baru mencari pengacara setelah masalah membesar. Dokumen tidak lengkap, PP tidak memadai, dan proses penyelesaian memakan waktu dan biaya besar.

(4) Pelajaran dari Dua Perusahaan

Kisah ini menunjukkan bahwa perbedaan hasil tidak ditentukan oleh modal atau produk, melainkan oleh perencanaan hukum dan konsistensi pendampingan.

Perusahaan A, memandang retainer hukum sebagai investasi strategis untuk:

  • Melindungi bisnis sejak awal.
  • Menangani risiko dengan cepat.
  • Menghemat biaya dibanding membentuk divisi legal internal.

Perusahaan B, yang menunda urusan hukum, justru membayar harga lebih mahal – baik secara finansial maupun reputasi.

4. Layanan Umum dalam Retainer PMA

Retainer hukum untuk PMA biasanya mencakup:

(1) Pendampingan perizinan – pengurusan izin baru dan pembaruan.

(2) Penyusunan dan review kontrak domestik maupun internasional.

(3) Penyusunan, revisi, dan pengesahan Peraturan Perusahaan (PP) atau Perjanjian Kerja Bersama (PKB).

(4) Nasihat hukum ketenagakerjaan dan penanganan perselisihan hubungan industrial.

(5) Perlindungan kekayaan intelektual (merek dagang, paten, desain industri).

(6) Kepatuhan perpajakan, termasuk optimalisasi insentif fiskal bagi investor asing.

(7) Strategi penyelesaian sengketa melalui litigasi dan non-litigasi.

5. Kesimpulan: Memilih Retainer, Memilih Keamanan Bisnis

Dalam dunia usaha yang bergerak cepat dan penuh tantangan, apalagi di pasar kompleks seperti Indonesia, retainer hukum bukan sekadar penyedia jasa, melainkan mitra strategis jangka panjang.

Dengan biaya yang terukur, PMA mendapatkan:

  • Keamanan hukum sejak awal.
  • Panduan dalam mengelola hubungan kerja melalui PP yang sah dan jelas.
  • Respons cepat saat menghadapi masalah.
  • Ketenangan untuk fokus pada pertumbuhan bisnis.

Retainer hukum memastikan perusahaan tidak hanya mematuhi hukum, tetapi juga siap menangkap peluang dan menghindari jebakan yang tidak terlihat.
Pertanyaannya bukan lagi “Apakah kita memerlukan retainer hukum?”, melainkan “Seberapa siap kita menghindari risiko sejak awal?”.

Orang Asing dan Jerat Pidana di Indonesia: Mengapa Anda Membutuhkan Penasihat Hukum Lokal yang Mengerti Bahasa Anda

Di tengah pertumbuhan ekonomi Indonesia dan semakin terbukanya pasar terhadap investasi dan tenaga kerja asing, jumlah warga negara asing yang tinggal atau bekerja di Indonesia pun terus meningkat. Namun, di balik peluang tersebut, tidak sedikit warga asing yang justru tersandung masalah hukum pidana, baik karena ketidaktahuan akan sistem hukum Indonesia, kesalahan administratif, maupun menjadi korban skema penipuan atau kriminalisasi.

Sebagai firma hukum yang telah mendampingi banyak klien asing, Queen Law Firm menyadari bahwa kebutuhan paling mendasar bagi warga asing yang sedang berhadapan dengan masalah hukum adalah penasihat hukum lokal yang dapat memahami secara mendalam sistem hukum Indonesia dan sekaligus mampu berkomunikasi dalam bahasa ibu klien, termasuk bahasa Mandarin.

I. Jerat Pidana yang Paling Sering Menimpa Warga Negara Asing

Dalam pengamatan kami, terdapat sejumlah kategori tindak pidana yang paling banyak menyeret warga negara asing, baik sebagai tersangka maupun korban. Berikut adalah penjelasan beberapa jenis pidana yang paling sering terjadi:

1. Pelanggaran Keimigrasian

Ini merupakan pelanggaran yang paling umum. Banyak WNA ditangkap karena:

  • Overstay (melebihi izin tinggal)
  • Penyalahgunaan visa (misalnya visa wisata digunakan untuk bekerja atau berbisnis)
  • Masuk atau keluar wilayah Indonesia tanpa dokumen resmi

Pelanggaran keimigrasian diatur dalam Undang-Undang No. 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian, dan dapat dikenakan sanksi administratif (denda, deportasi) hingga pidana penjara.

2. Tindak Pidana Narkotika

Indonesia dikenal memiliki kebijakan zero tolerance terhadap narkotika. Banyak WNA, bahkan tanpa kesengajaan, dijerat karena:

  • Membawa barang bawaan yang ternyata mengandung narkotika
  • Menjadi kurir tanpa menyadari isi barang yang dibawa
  • Mengonsumsi obat tertentu yang di negaranya legal, tetapi tergolong narkotika di Indonesia

UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika menetapkan hukuman berat, bahkan hukuman mati, terhadap pelanggaran tertentu, terutama untuk penyelundupan atau peredaran gelap.

3. Penipuan dan Skema Investasi Ilegal

Warga asing kadang menjadi korban penipuan, tetapi dalam beberapa kasus justru dilaporkan balik oleh mitra bisnisnya dengan tuduhan:

  • Penggelapan dana
  • Penipuan dalam kerja sama investasi
  • Melanggar izin usaha atau bidang usaha terbatas

Dalam hukum pidana Indonesia, hal-hal ini sering dikonstruksikan melalui Pasal 378 KUHP (Penipuan) atau Pasal 372 KUHP (Penggelapan).

4. Kekerasan dan Perselisihan Pribadi

WNA juga dapat terseret kasus:

  • Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT)
  • Perkelahian
  • Penganiayaan ringan
  • Tuduhan pelecehan seksual, yang kadang dipicu perbedaan budaya dan tafsir

Tanpa pemahaman konteks budaya dan prosedur hukum Indonesia, kasus ini dapat menjadi sangat rumit dan berisiko tinggi terhadap reputasi serta kebebasan pribadi WNA.

5. Pelanggaran Etika atau Moralitas Publik

Undang-Undang di Indonesia, termasuk KUHP dan Perda daerah, masih mengenal delik yang berkaitan dengan:

  • Perzinahan
  • Perbuatan cabul
  • Pelanggaran kesusilaan di ruang publik

Beberapa WNA tidak menyadari bahwa gaya hidup atau kebiasaan sosial yang normal di negara asalnya bisa dianggap pelanggaran hukum di Indonesia.

II. Mengapa WNA Rentan Terjerat Pidana di Indonesia?

Ada beberapa alasan utama mengapa WNA rentan terjerat hukum pidana:

1. Ketidaktahuan Terhadap Hukum Lokal

Banyak WNA yang tidak mendapatkan informasi hukum yang jelas atau akurat sebelum datang ke Indonesia. Perbedaan sistem hukum antara negara asal dan Indonesia sering kali menimbulkan kesalahpahaman yang fatal.

2. Hambatan Bahasa dan Budaya

Dalam praktik, proses hukum dilakukan seluruhnya dalam bahasa Indonesia. Tidak adanya penerjemah atau penasihat hukum yang fasih dalam bahasa klien dapat menyebabkan salah tafsir atau tidak maksimalnya pembelaan hukum.

3. Salah Langkah Saat Diperiksa Aparat

Tidak sedikit WNA yang tanpa didampingi penasihat hukum saat diperiksa, padahal mereka berhak untuk didampingi. Hal ini sering berujung pada pengakuan yang tidak sesuai atau penandatanganan dokumen tanpa memahami konsekuensinya.

4.  Aspek Administratif yang Rumit dan Dinamis

Peraturan imigrasi, izin usaha, dan perpajakan di Indonesia berubah cukup cepat. Ketidaksesuaian administratif bisa saja dikategorikan sebagai tindak pidana bila tidak ditangani dengan benar.

III. Mengapa Anda Butuh Penasihat Hukum Lokal (dan yang Fasih Bahasa Mandarin)

Berhadapan dengan sistem hukum pidana Indonesia memerlukan strategi hukum yang tepat, komunikasi yang lancar dengan pihak penegak hukum, dan perlindungan maksimal terhadap hak-hak hukum Anda. Inilah alasan pentingnya menunjuk penasihat hukum lokal yang kompeten dan mengerti bahasa Anda.

Queen Law Firm hadir sebagai solusi hukum bagi Anda, warga negara asing, dengan keunggulan berikut:

  • Tim advokat berlisensi dan berpengalaman dalam hukum pidana serta pendampingan WNA
  • Staf hukum dan penerjemah resmi yang fasih berbahasa Mandarin, sehingga Anda bisa memahami proses hukum secara utuh
  • Pendekatan yang komunikatif dan strategis, tidak hanya menunggu proses, tetapi aktif melakukan langkah hukum yang proaktif demi kepentingan hukum Anda
  • Jaringan komunikasi yang luas dengan institusi hukum dan pemerintah, sehingga mampu menjembatani berbagai proses yang melibatkan Kejaksaan, Kepolisian, Imigrasi, atau Lapas

IV. Proses Penanganan: Apa yang Kami Lakukan?

Saat klien asing menghadapi permasalahan pidana, Queen Law Firm akan:

1. Melakukan identifikasi dan asesmen awal kasus

Menganalisis secara objektif fakta hukum dan menilai urgensi penanganan.

2. Menyusun strategi hukum dan pendampingan aktif

Termasuk menghadiri pemeriksaan polisi, menyusun pembelaan, dan mengawal proses hingga putusan.

3. Mendampingi komunikasi dengan keluarga atau pihak Kedutaan Besar

Menjaga komunikasi yang baik dan legal antara klien dengan perwakilan negaranya.

4. Mengajukan upaya hukum lanjutan jika diperlukan

Seperti eksepsi, pledoi, banding, atau bahkan peninjauan kembali.

V. Penutup: Lindungi Diri Anda dengan Konsultan Hukum yang Tepat

Sistem hukum pidana Indonesia memiliki karakter tersendiri, dan sering kali berbeda jauh dengan sistem hukum di negara asal Anda. Itulah mengapa menghadapi permasalahan hukum tanpa penasihat hukum lokal merupakan keputusan yang sangat berisiko.

Jika Anda atau rekan Anda adalah WNA yang sedang menghadapi proses hukum di Indonesia, atau ingin mencegah risiko sejak awal, Queen Law Firm siap membantu Anda. Hubungi kami dan dapatkan perlindungan hukum terbaik dengan bahasa yang Anda pahami.

Investasi Asing di Indonesia: Panduan Praktis untuk Mendirikan Perusahaan Modal Asing dengan Sederhana

Indonesia saat ini sedang mengalami transformasi besar dalam bidang investasi. Berbagai reformasi hukum dan penyederhanaan perizinan telah membuka peluang baru bagi investor asing untuk menanamkan modalnya dengan lebih mudah, aman, dan strategis. Artikel ini menyajikan garis besar panduan praktis dalam mendirikan Perusahaan Modal Asing (PMA) berdasarkan hukum positif terbaru di Indonesia, disarikan dari eBook eksklusif yang disusun oleh tim Queen Law Firm.

A. Mengapa Indonesia?

Indonesia bukan hanya pasar yang besar – dengan lebih dari 275 juta penduduk dan pertumbuhan kelas menengah yang cepat – tetapi juga negara dengan orientasi kuat terhadap pertumbuhan investasi. Sejak diberlakukannya Undang-Undang Cipta Kerja dan peluncuran sistem OSS-RBA (Online Single Submission – Risk Based Approach), pemerintah secara nyata menampilkan komitmen terhadap penyederhanaan birokrasi dan peningkatan kepastian hukum.

Realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) tahun 2024 menembus Rp 744 triliun, mencerminkan kepercayaan investor global. Sektor-sektor seperti manufaktur teknologi, energi baru dan terbarukan, logistik digital, dan kesehatan swasta menjadi magnet utama.

B. Struktur Hukum yang Harus Dipahami Investor

Untuk mendirikan PMA, investor wajib memahami kerangka hukum yang melandasinya:

  • UU No. 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal, yang menjamin kepastian hukum dan perlindungan aset bagi investor asing.
  • UU Cipta Kerja dan turunannya, yang menyederhanakan perizinan melalui OSS-RBA dan mengubah pendekatan dari Daftar Negatif Investasi ke Daftar Positif Investasi (DPI).
  • Peraturan sektoral, yang tetap perlu diperhatikan untuk bidang-bidang tertentu seperti energi, kesehatan, pendidikan, dan jasa keuangan.

 Pilihan Bentuk Usaha

PMA umumnya berbentuk Perseroan Terbatas (PT) berbasis modal asing, dengan ketentuan modal minimum Rp10 miliar dan modal disetor awal Rp2,5 miliar. Alternatif lain adalah mendirikan Kantor Perwakilan Perusahaan Asing (KPPA), yang tidak diperbolehkan melakukan aktivitas komersial tetapi dapat melakukan promosi, riset, dan pengawasan.

Lokasi dan KBLI

Pemilihan lokasi usaha wajib sesuai dengan RDTR dan memiliki KKPR. Sektor usaha juga harus dicocokkan dengan KBLI (Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia) yang benar agar proses perizinan melalui OSS tidak ditolak.

C. Sistem OSS-RBA: Praktis Tapi Tidak Boleh Ceroboh

OSS-RBA merupakan sistem terpusat berbasis risiko. Setiap sektor usaha diklasifikasikan menjadi risiko rendah, menengah, menengah-tinggi, atau tinggi—yang menentukan jenis izin yang diperlukan.

Meskipun OSS dapat diakses langsung oleh pelaku usaha, banyak investor asing menghadapi kendala seperti:

  • Kesalahan pengisian KBLI.
  • Input data tidak sinkron dengan akta.
  • Kebutuhan izin tambahan dari kementerian sektoral.

Dalam praktiknya, pendampingan profesional hukum membantu memastikan kelancaran dan akurasi legalitas.

D. Jangan Lewatkan Insentif dan Fasilitas Pemerintah

Indonesia menawarkan berbagai insentif fiskal dan non-fiskal, antara lain:

  • Tax Holiday hingga 20 tahun.
  • Tax Allowance sebesar 30% dari nilai investasi.
  • Pembebasan bea masuk dan PPN tidak dipungut.
  • Kemudahan penggunaan tenaga kerja asing dan percepatan izin dalam Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

Syarat utama memperoleh insentif adalah kesesuaian sektor usaha dengan prioritas nasional dan kelengkapan dokumen yang valid.

E. Risiko Hukum dan Kewajiban yang Tidak Boleh Diabaikan

Setelah perusahaan berdiri, PMA wajib:

  • Melaporkan LKPM  (Laporan Kegiatan Penanaman Modal) secara berkala.
  • Mematuhi ketentuan tenaga kerja asing.
  • Melengkapi perizinan lingkungan dan zonasi.
  • Taat perpajakan dan transfer pricing.
  • Menghindari penggunaan struktur nominee yang dilarang.

Risiko seperti kesalahan KBLI, status tanah tidak sah, atau perjanjian bisnis yang lemah bisa berujung pada batalnya izin atau sengketa hukum.

F. 7 Tips Penting Bagi Investor Asing

  1. Cek DPI (Daftar Prioritas Investasi) dan KBLI (Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia) yang sesuai sektor.
  2. Pilih lokasi yang sesuai RDTR (Rencana Detail Tata Ruang) dan KKPR (Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang).
  3. Siapkan struktur modal dan saham sejak awal.
  4. Validasi semua dokumen hukum sebelum masuk OSS.
  5. Gunakan notaris dan penerjemah resmi.
  6. Laporkan LKPM (Laporan Kegiatan Penanaman Modal) tepat waktu dan secara konsisten.
  7. Konsultasikan insentif sejak tahap perencanaan, seperti Tax Holiday, Tax Allowance, atau fasilitas di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), agar tidak kehilangan hak yang tersedia..

G. Kapan Anda Perlu Bantuan Profesional?

Meski OSS-RBA dirancang untuk diakses publik, kerumitan teknis, variasi aturan sektoral, dan pentingnya strategi legal membuat banyak investor asing menggunakan jasa firma hukum korporasi untuk pendampingan penuh. Pendampingan hukum yang tepat bukan hanya menjamin patuh hukum, tetapi juga mempercepat waktu peluncuran usaha dan memperkuat posisi investor secara strategis.

Queen Law Firm hadir sebagai mitra hukum terpercaya untuk investor asing yang ingin menjejakkan kaki di pasar Indonesia secara sah, aman, dan efisien. Dengan pengalaman luas dalam menangani PMA lintas sektor, kami membantu menavigasi proses legal yang kompleks menjadi lebih sederhana dan berorientasi hasil.

Hubungi kami untuk konsultasi awal yang bersifat non-sitasi. Kami bantu Anda menetapkan arah yang tepat sebelum Anda berinvestasi lebih jauh.

Pentingnya Sertifikasi Halal di Indonesia dan Peran Kunci Profesional Hukum

Dengan pertumbuhan pesat pasar konsumen Muslim secara global, Indonesia sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia memegang posisi strategis dalam industri produk halal. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal dan peraturan pelaksanaannya membentuk kerangka hukum nasional yang mengatur sertifikasi halal secara sistematis. Sejak diterbitkannya Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 2024, Pemerintah Indonesia mempercepat penerapan kewajiban sertifikasi halal, menjadikannya sebagai “persyaratan masuk” utama bagi banyak pelaku usaha.

I. Sertifikasi Halal: Bukan Sekadar Kepatuhan, tetapi Keunggulan Kompetitif

Bagi pelaku usaha di sektor makanan, minuman, kosmetik, farmasi, bahan kimia, produk fashion, jasa logistik hingga katering, memperoleh sertifikasi halal bukan hanya kewajiban hukum, tetapi juga strategi bisnis yang menentukan. Label halal di Indonesia adalah simbol keyakinan konsumen, jaminan mutu, dan pemenuhan aspek keagamaan. Sertifikasi halal meningkatkan daya saing merek, memperluas pangsa pasar, dan membangun loyalitas konsumen Muslim.

Selain itu, sistem halal Indonesia berlaku secara ekstrateritorial: produk yang diproduksi di luar negeri tetapi dipasarkan di Indonesia tetap wajib memenuhi ketentuan halal nasional. Artinya, perusahaan asing yang tidak siap dengan regulasi halal Indonesia dapat menghadapi penolakan pasar, penarikan produk, bahkan sanksi administratif.

II. Peran Vital Profesional Hukum dalam Proses Sertifikasi Halal

Meskipun aspek teknis sertifikasi dijalankan oleh BPJPH dan lembaga pemeriksa halal (LPH) yang terakreditasi, kehadiran profesional hukum sangat penting dalam keseluruhan strategi kepatuhan. Peran pengacara tidak hanya terbatas pada konsultasi, melainkan juga mencakup intervensi langsung pada titik-titik krusial sebagai berikut:

1. Penyusunan Struktur Kepatuhan dan Identifikasi Risiko

Pengacara membantu membangun sistem manajemen halal dari hulu ke hilir, termasuk telaah kontrak rantai pasok, perjanjian distribusi, serta dokumen pengadaan bahan baku agar selaras dengan prinsip halal, sekaligus mengidentifikasi potensi risiko hukum.

2. Penghubung dengan Otoritas Regulasi

Sertifikasi halal melibatkan komunikasi intensif dengan BPJPH, LPPOM MUI, serta kementerian teknis terkait. Pengacara yang memahami hukum dan prosedur administrasi Indonesia dapat bertindak sebagai jembatan antara perusahaan dan regulator, memastikan proses berjalan lancar dan efisien.

3. Verifikasi Dokumen dan Terjemahan Hukum

Proses sertifikasi memerlukan dokumen hukum yang lengkap, mulai dari pernyataan kepatuhan, SOP, komposisi produk, hingga diagram proses produksi. Pengacara tidak hanya menelaah keabsahan dokumen, tetapi juga menyediakan terjemahan hukum yang sesuai standar regulator.

4. Penanganan Sengketa dan Upaya Administratif

Jika permohonan sertifikasi ditolak atau ditunda, pengacara memiliki kapasitas untuk menempuh upaya hukum, termasuk keberatan administratif, banding, atau strategi litigasi jika diperlukan.

III. Pengalaman Praktis Queen Law Firm: Dukungan Menyeluruh dari Pra-Sertifikasi hingga Pascakepatuhan

Sebagai firma hukum lintas negara yang telah lama aktif di pasar Indonesia, Queen Law Firm telah sukses mendampingi berbagai perusahaan asing dari Tiongkok, Singapura, Korea Selatan, Jepang, dan Jerman dalam memperoleh sertifikasi halal di Indonesia. Kami memahami bahwa setiap klien memiliki struktur bisnis dan budaya kepatuhan yang unik, sehingga kami selalu mengedepankan pendekatan layanan hukum yang khusus dan disesuaikan.

Layanan kami tidak hanya mencakup fase pra-sertifikasi, tetapi juga pengelolaan pascakepatuhan: mulai dari pembaruan regulasi, perubahan rantai pasok, hingga pendampingan saat pemeriksaan pasar atau tindakan administratif. Tujuan kami adalah memaksimalkan nilai bisnis dari kepatuhan halal secara berkelanjutan.

Penutup

Dalam konteks pertumbuhan nilai ekonomi halal global, sertifikasi halal di Indonesia bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan tiket strategis untuk memasuki dan menguasai pasar ASEAN. Dalam proses kompleks antara kepatuhan dan peluang ini, keterlibatan profesional hukum secara sistematis adalah fondasi utama bagi perusahaan untuk beroperasi secara sah, efisien, dan berdaya saing.

Queen Law Firm, sebagai mitra hukum yang berpengalaman di Indonesia, akan terus memberikan solusi strategis, cepat, dan andal dalam pendampingan sertifikasi halal — mendukung klien menapaki peta ekonomi halal global dengan percaya diri.

Queen Law Firm Membuka Cabang Baru di Jakarta

Pada tanggal 20 Januari 2025, Queen Law Firm yang terkenal mengumumkan pembukaan resmi cabang terbarunya di The Kensington Office Tower, yang berlokasi di distrik bisnis premium Jakarta. Langkah strategis ini bertujuan untuk melayani klien korporasi yang berkembang pesat sekaligus memperkuat posisi firma sebagai pemimpin di pasar jasa hukum.

Lokasi Strategis

The Kensington Office Tower, yang terletak di kawasan ramai Kelapa Gading di Jakarta Utara, merupakan gedung perkantoran modern yang ikonik. Lokasi strategis dan lingkungan bisnis premium ini telah menarik banyak perusahaan internasional dan lokal. Pemilihan lokasi ini untuk cabang baru mencerminkan komitmen firma terhadap layanan pelanggan berkualitas tinggi serta keyakinannya terhadap potensi pasar hukum Indonesia di masa depan.

Layanan Hukum yang Komprehensif

Cabang baru ini akan fokus memberikan berbagai layanan hukum kepada klien lokal dan internasional. Dr. Guan, mitra senior di firma ini, menyatakan: “Dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang terus berlanjut dan meningkatnya investasi asing, kami merasa bertanggung jawab untuk menawarkan dukungan hukum yang lebih mudah diakses dan profesional kepada klien kami. Pembukaan cabang baru ini adalah respons proaktif kami terhadap kebutuhan tersebut.”

Prospek Masa Depan

Sejak didirikan, Queen Law Firm selalu berorientasi pada kebutuhan klien dan terus memperluas bidang layanannya. Pembukaan cabang baru di Jakarta menjadi tonggak sejarah perkembangan firma ini sekaligus menegaskan pertumbuhan industri hukum Indonesia yang stabil.

Firma ini berencana untuk terus memperluas kehadirannya di Indonesia dalam beberapa tahun mendatang guna memperkuat posisi kepemimpinannya di industri dan membantu lebih banyak perusahaan serta individu untuk berhasil menghadapi lanskap hukum yang kompleks.

Queen Law Firm dan Big Star Law Firm Tiongkok Menjalin Kemitraan Strategis

Pendahuluan
Dalam lingkungan bisnis global saat ini, profesionalisme, cakupan layanan yang menyeluruh, dan perspektif internasional dari layanan hukum semakin penting. Untuk lebih memenuhi kebutuhan klien yang semakin kompleks, serta memberikan solusi layanan hukum satu atap yang berkualitas tinggi dan efisien, Queen Law Firm dan Big Star Law Firm dengan gembira mengumumkan pembentukan kemitraan strategis.

1. Latar Belakang Kerja Sama
Seiring dengan meningkatnya hubungan ekonomi antara Indonesia dan Tiongkok, kerja sama dalam bidang perdagangan, investasi, konstruksi, dan lainnya semakin mendalam. Namun, perbedaan dalam sistem hukum dan latar belakang budaya antara kedua negara memberikan tantangan besar bagi perusahaan yang menjalankan operasi lintas negara. Untuk membantu perusahaan mengatasi hambatan hukum dan mencapai perkembangan yang stabil, Queen Law Firm dan Big Star Law Firm, dengan keahlian mendalam dan reputasi luar biasa masing-masing, memutuskan untuk bekerja sama, mengintegrasikan sumber daya untuk membangun jembatan layanan hukum lintas batas.

2. Perkenalan Big Star Law Firm
Guangxi Big Star Law Firm, yang didirikan dengan persetujuan Kementerian Kehakiman Tiongkok, berlokasi di Nanning, Daerah Otonomi Guangxi Zhuang. Dengan posisi strategis di zona ekonomi ASEAN, Big Star Law Firm adalah firma hukum boutique dengan standar praktik internasional. Spesialisasinya meliputi urusan perusahaan, litigasi dan arbitrase, hukum hiburan, warisan keluarga, kekayaan intelektual, pembelaan pidana, dan hukum administrasi, melayani klien dari perusahaan lokal, selebriti, hingga investor asing dengan layanan hukum yang profesional, efisien, dan berkualitas tinggi.

3. Keunggulan Kerja Sama
(1) Profesionalisme yang Saling Melengkapi dan Layanan Komprehensif
Queen Law Firm dan Big Star Law Firm memiliki kekuatan unik masing-masing, memungkinkan sinergi profesional yang mendalam. Big Star Law Firm memiliki pengalaman luas dalam masalah hukum domestik, sedangkan Queen Law Firm memiliki sumber daya dan keahlian mendalam di lingkungan hukum Indonesia. Melalui kerja sama ini, klien akan mendapatkan layanan hukum komprehensif yang mencakup Tiongkok dan Indonesia, termasuk namun tidak terbatas pada pendaftaran perusahaan, peninjauan dan penyusunan kontrak, perlindungan kekayaan intelektual, merger dan akuisisi investasi, serta penyelesaian sengketa.

(2) Layanan Satu Atap yang Mudah dan Efisien
Kemitraan ini bertujuan untuk menciptakan platform layanan hukum satu atap bagi klien. Baik perusahaan Tiongkok yang berekspansi ke pasar Indonesia maupun perusahaan Indonesia yang masuk ke Tiongkok dapat mengakses sistem layanan yang mulus dari awal hingga akhir—mulai dari penelitian pasar awal, konsultasi hukum, perencanaan proyek, hingga pelaksanaan kontrak dan penyelesaian sengketa. Model layanan satu atap ini secara signifikan menyederhanakan komunikasi, meningkatkan efisiensi, mengurangi risiko hukum, dan memberikan dukungan yang kuat untuk operasi lintas negara.

(3) Wawasan Mendalam Pasar Lokal dan Penangkapan Peluang
Dengan pengalaman bertahun-tahun di Indonesia, Queen Law Firm memiliki wawasan tajam terhadap dinamika pasar lokal, perubahan kebijakan, dan budaya bisnis. Bermitra dengan Queen Law Firm memungkinkan Big Star Law Firm untuk memahami karakteristik unik dan kebutuhan pasar Indonesia, memberikan saran investasi dan solusi hukum yang lebih efektif dan tepat sasaran, serta membantu perusahaan memanfaatkan peluang dan mencapai perkembangan yang berkelanjutan.

(4) Mengatasi Tantangan Bersama dan Mengurangi Risiko
Operasi lintas negara sering kali disertai dengan risiko hukum yang kompleks dan tantangan budaya. Dengan membentuk kemitraan, kedua firma hukum akan membentuk tim profesional gabungan untuk meneliti kebijakan hukum kedua negara, mengidentifikasi potensi risiko secara proaktif, dan mengembangkan strategi yang sesuai. Jika terjadi sengketa hukum, mereka dapat merespons dengan cepat, memanfaatkan keahlian masing-masing dalam sistem hukum yang berbeda untuk memberikan pembelaan hukum yang kuat dan dukungan penyelesaian sengketa, sehingga melindungi hak dan kepentingan klien secara maksimal.

4. Prospek Kerja Sama
Pembentukan kemitraan strategis ini merupakan tonggak penting dalam perkembangan Queen Law Firm dan Big Star Law Firm. Ini juga merupakan langkah penting bagi kedua firma hukum untuk menyesuaikan diri dengan tren global dan secara aktif memperluas cakupan bisnis internasional mereka. Di masa depan, kedua firma hukum akan tetap berorientasi pada kebutuhan klien, terus berinovasi dalam model layanan, meningkatkan kualitas layanan, memperkuat komunikasi dan kolaborasi, serta mengeksplorasi lebih banyak bidang dan peluang kerja sama. Kami yakin bahwa kemitraan erat antara Big Star Law Firm dan Queen Law Firm akan memberikan energi baru bagi kolaborasi antara perusahaan Indonesia dan Tiongkok, menciptakan nilai yang lebih besar bagi klien, dan membuka babak baru dalam bidang layanan hukum!

Eni Oktaviani dan Dr. Guan Yue Dianugerahi “Indonesia Most Trusted Lawyer Award 2024”

Pada acara penghargaan pada tanggal 5 Juli 2024, pengacara Eni Oktaviani, SH., MH, CLA, dan Dr. Guan Yue, MH. dari Queen Law Firm dianugerahi “Indonesia Most Trusted Lawyer Award 2024” yang bergengsi. Pengakuan ini tidak hanya mengakui pencapaian luar biasa mereka di bidang hukum tetapi juga menegaskan diskusi mendalam dan kontribusi mereka terhadap kepercayaan, hukum, dan keadilan.

Selama acara penghargaan, Dr. Guan Yue menyampaikan pidato yang menggugah pikiran berjudul “Bagaimana Kepercayaan, Hukum, dan Keadilan Harus Saling Mendukung”. Dr. Guan Yue mendalami pentingnya kepercayaan dalam sistem hukum dan bagaimana hukum dan keadilan merupakan konsep yang saling bergantung dan saling memperkuat. Pidato Dr. Guan Yue tidak hanya memikat hadirin tetapi juga memicu refleksi mendalam tentang etika hukum, keadilan sosial, dan kemajuan supremasi hukum.

Sebagai anggota Queen Law Firm, Eni Oktaviani dan Dr. Guan Yue telah menunjukkan profesionalisme yang luar biasa dan semangat terhadap profesi hukum. Mereka tidak hanya menunjukkan keterampilan hukum yang unggul dalam menangani kasus, tetapi juga berkontribusi dalam memajukan keadilan peradilan dan kemajuan supremasi hukum melalui partisipasi aktif dalam kegiatan kesejahteraan sosial dan kerja advokasi hukum.

Pemberian “Indonesia Most Trusted Lawyer Award 2024” tidak hanya mengakui pencapaian pribadi Eni Oktaviani dan Dr. Guan Yue tetapi juga mengakui nilai-nilai yang mereka wakili dan dedikasi mereka terhadap profesi hukum. Usaha dan dedikasi mereka akan terus menginspirasi lebih banyak praktisi hukum untuk bekerja menuju pembentukan masyarakat yang lebih adil, transparan, dan berdasarkan hukum.

Di jalan ke depan, Eni Oktaviani dan Dr. Guan Yue akan terus memimpin komunitas hukum Indonesia menuju masa depan yang lebih cerah dengan keyakinan luhur dan semangat profesional mereka, memberikan perlindungan hukum yang kuat dan dukungan bagi setiap orang yang mencari keadilan. Prestasi mereka akan dicatat dalam sejarah, menjadi panutan bagi praktisi hukum dan masyarakat luas untuk belajar dan meneladani.